Lezatnya Onde-Onde Khas Desa Bendo
Jumat 29 Desember 2017

Bendo- Onde-onde adalah jajanan pasar yang masih lestari sampai saat ini. Siapa pun menyukai makanan berbentuk bulat yang terbuat dari campuran tepung ketan dan tepung beras bertabur biji wijen serta diisi kacang merah atau kacang hijau ini. Jika diperhatikan, membuat onde-onde sepertinya mudah. Tapi, untuk membuatnya menjadi nikmat tentu diperlukan perhatian khusus. Meski terlihat simpel, rupanya onde-onde memiliki tahapan yang cukup rumit dalam proses pembuatannya. Jika ada langkah yang salah, kue onde-onde tidak akan enak dan tidak akan memiliki tampilan yang cantik.

Menurut perajin onde-onde Khas Desa Bendo, Suparsih, onde-onde yang enak adalah yang bertekstur kenyal dengan isian yang lembut. “Onde-onde yang enak itu teksturnya kenyal, isiannya juga lembut, dan tidak terlalu berminyak, biasanya kalau hangat, kulit luarnya itu renyah, dalamnya lembut,” ujar Suparsih saat ditemui di kiosnya di dukuh Dadimulyo Pasar Bendo.Onde-onde buatan Suparsih memiliki ciri khas tersendiri yakni teksturnya kenyal dengan isian kacang hijau kupas dengan taburan wijen. Selain itu bebas dari bahan pengawet karena prosesnya alami tanpa menggunakan pemanis buatan.

Suparsih yang sudah dua puluh satutahun menekuni usaha pembuatan onde-onde,  kemampuan membuat onde-onde didapat dari belajar secara otodidak, produksi onde-onde dalam sehari tidak pernah pasti, tergantung banyak sedikitnya pesanan, dan sebagian onde-onde dijual di kiosnya yang terletak di Pasar Bendo.

Onde-onde buatan Suparsih juga dijual keliling oleh suaminya, Suratno. “Onde-onde ini juga saya jual keliling di daerah Bendo dan sekitarnya,”kata pria lima puluh enam tahun ini.

Dalam sebulan Suparsih menghabiskan 1 kardus tepung ketan yang dibeli seharga empat puluh ribu rupiah, 1 jerigen besar minyak yang dibeli seharga seratus delapan puluh dua ribu rupiah, untuk wijen dan kacang ijo membeli di Pasar Legi Solo seharga sembilan ratus ribu rupiah .

Onde-onde tersebut biasa dijual dengan hargaseribu hingga seribu lima ratus rupiahper biji. Suparsih menuturkan rata-rata dalam sehari onde-onde yang dijual di kios pasar Bendo hanya laku 10 biji. Untuk menambah pendapatan beliau juga menerima pesanan sosis dan arem-arem, serta berjualan aneka macam snack di kiosnya seperti wafer, jelly, ampyang, geplak, kacang atom, marneng, stik balado dan sebagainya. 

Berita Terkini
Gabah Petani Diburu Penebas
Selasa 28 November 2017
Embung Tekan Kekeringan
Selasa 28 November 2017
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Selasa 28 November 2017
Rembug Warga