Beras Merah Komoditas Desa Bendo
Selasa 28 November 2017

Bendo – Desa Bedo kecamatan Nogosori kabupaten Boyolali mempunyai lahan sawah tadah hujan yang sistem pengairannya mengandalkan curah hujan. Lahan sawah desa Bendo lebih cocok ditanami beras merah karena struktur tanah desa Bendo merupakan tanah yang kurang air. Beras merah dirasa lebih mudah, perawatannya murah dan jika kurang air atau kurang pupukpun untuk menanam beras merah juga tidak masalah.

Lahan sawah yang digunakan untuk menanam beras merahdi Desa Bendo mencapai seluas 70 hektar dengan 100an orang petani. Di desa Bendo panen beras merah sebanyak 2 kali dalam setahun. Panen beras merah hanya memakan waktu panen selama 3 bulan. Jumlah produksi beras merah untuk saat ini tiap harinya sekitar 1,5 ton. Omzet yang diperoleh dari menanam beras merah adalah sekitar 45 ton per bulan. Keuntungan kotor yang diperoleh dari penjualan beras merah sekitar lima ratus rupiah per kilo gram. Area penjualan beras merah yang dilakukan oleh petani–petani desa Bendo biasanya permintaan dari kota Surakarta, Semarang hingga Surabaya.

Walaupun beras merah menjadi komoditas desa Bendo, tetapi makanan sehari–hari masyarakat desa Bendo tetap menggunakan beras putih. Kepala Desa Bendo Samsidi mengatakan masyarakat desa Bendo kurang menyukai beras merah sebagai makanan pokok sehari-hari, karena lebih lezat beras putih dan beras merah cocok bagi orang yang sedang melakukan diet.

Pada tahun 2013, pemerintah desa Bendo terutama Samsidi selaku kepala desa Bendo pernah didatangi dokter dari Taiwan yang melakukan penelitian tentang beras merah. Awalnya dokter dari Taiwan tersebut ingin mengadakan penelitian mengenai beras merah desa Bendo, kemudian dokter dari Taiwan tersebut ingin membeli beras merah dalam jumlah yang besar. Tetapi pemerintah desa Bendo tidak dapat mengabulkan permintaan dokter dari Taiwan tersebut dikarenakan dari petani desa Bendo belum mampu untuk memenuhi permintaan beras merah dalam jumlah yang besar yang sudah ditentukan.

Kendala yang dihadapi dari bercocok tanam beras merah adalah musiman. Maksud dari musiman adalah kalau petani mau menanam beras merah, yang lain juga mau menanam beras merah semua. Tetapi kalau tidak ada yang ingin menanam beras merah maka juga tidak ada yang menanam beras merah.

Harapan kedepan adalah supaya petani–petani desa Bendo harus semangat dalam menanam dan meningkatkan tanamannya terutama beras merah agar perekonomian masyarakat desa Bendo khususnya petani beras merah lebih terangkat dan ada peningkatan produksi. Samsidi mengatakan pemerintah desa Bendo selalu mengupayakan yang menjadi kekurangan petani akan diusahakan untuk dimintakan ke pemerintah, terutama dari segi alat–alat, teknis alat seperti pompa air, obat–obatan maupun bibit pertanian. Jika Anda tertarik dengan beras merah produksi Desa Bendo silakan menghubungi Kepala Desa Bendo Samsidi di nomor 081229818570.

Berita Terkini
Gabah Petani Diburu Penebas
Selasa 28 November 2017
Embung Tekan Kekeringan
Selasa 28 November 2017
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Selasa 28 November 2017
Rembug Warga